Bencana Alkohol

Bagikan

Beberapa waktu yang lalu saya dibuat tertegun oleh cerita seorang teman akrab. Teman saya ini adalah salah seorang calon dokter bedah plastik. Waktu itu, kita sedang menikmati sarapan pagi di rumah sakit, ketika ia bercerita mengenai kasus luka bakar yang sedang ia tangani. Kasus itu tergolong kasus kriminal karena sang pasien dibakar oleh ayahnya sendiri.

Peristiwa ini bermula ketika sang Ayah, sebut saja A, seorang petani dari daerah Lamongan sedang merayakan tahun baru yang pada akhirnya menyisakan kisah duka yang sangat tragis. Gara-gara mabuk setelah merayakan malam tahun baru, si A tega membakar hidup-hidup kedua anak kandungnya. Beruntung nyawa kedua anak tersebut  dapat diselamatkan. Kedua kakak beradik ini masing-masing berumur 3 tahun dan 11 bulan. Kedua anak tersebut harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit karena mengalami luka bakar serius di sekujur tubuh.

Menurut sejumlah saksi mata, peristiwa sadis ini terjadi saat kedua kakak beradik itu tidak henti-hentinya menangis. Si A yang masih dalam keadaan mabuk, tak sabar dengan tangisan kedua anak kandungnya. Ia kemudian menyiramkan minyak tanah ke ranjang mereka dan membakar keduanya hidup-hidup. Karena curiga, warga mendatangi kediaman tersangka dan menemukan kedua anaknya sudah dalam kondisi mengenaskan. Si A tidak ditemukan di tempat karena langsung melarikan diri. Tetapi, ia pun kemudian berhasil dibekuk polisi di salah satu rumah judi pada keesokan harinya. Yang lebih membuat miris adalah ketika mendengar keterangan teman saya tadi bahwa salah satu di antara kedua anak malang itu harus kehilangan penglihatannya secara permanen. Buta seumur hidup karena dibakar ayah kandungnya. Sungguh di luar batas pemikiran kita!

Setelah itu, saya coba membuka internet tentang berita itu. Ternyata, kasus serupa karena mabuk alkohol sangat banyak saya dapati. Judul-judulnya juga tak kalah menyayat hati. Bahkan, dalam sebuah artikel saya dapati jumlah kekerasan dan kasus kriminal karena mabuk miras yang terjadi di Indonesia mencapai angka fantastis yaitu 640 kasus dalam setahun. Kasusnya bervariasi meliputi 115 kasus penganiayaan, 86 kasus pembunuhan, 49 kasus pemerkosaan dan sisanya kejahatan lain.

Menurut data catatan badan kesehatan dunia WHO, Indonesia menempati peringkat ke-118 sebagai negara pengkonsumsi alkohol. Urutan ini ternyata berhubungan lurus dengan jumlah kejadian aksi kriminal di negara-negara tersebut. Moldova, negara dengan jumlah penduduk yang hanya 5 jutaan, bertengger di urutan pertama dan ternyata memiliki angka kejahatan tertinggi di daerah Balkan. Bandingkan dengan Indonesia yang kini memiliki 230 juta penduduk. Angka kejadian kriminal karena alkohol hanya berjumlah 640 kasus. Artinya, jika dibagi tiap 5 juta penduduk, maka kejadiannya hanyalah 13 kasus (per 5 juta penduduk). Sedangkan di Moldova, angkanya mencapai rata-rata 180 kasus pertahun, atau setara 14 kali jumlah kekerasan di Indonesia.

Alangkah beruntungnya kita yang masih berpegang teguh kepada Al-Qur’an, kitab petunjuk yang mengiringi perilaku kita sehari-hari. Pada surat Al-Baqarah ayat 219 Allah berfirman :

wayasalunaka

 

 

 

 

 

 

“Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.” dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir.”

Khamr atau arak berasal dari kata khamara yang berarti ‘menutupi.’ Kata Khamr juga diambil dari kata khimarul mar’ah yang berarti penutup wanita atau kerudung wanita. Oleh karena itu banyak para ahli tafsir yang mengartikan khamr atau arak sebagai sesuatu yang dapat menutupi akal sehat. Memang mulanya khamr berarti air anggur yang diolah, akan tetapi segala sesuatu yang dapat menutupi akal sehat selain anggur yang sifatnya memabukkan hukumnya sama.

Menilik sejarah dilarangnya komsumsi alkohol bagi umat Islam, kita bisa mengambil banyak hikmah. Allah menggunakan “sentuhan” yang lembut dan penuh kasih sayang sembari menuntun manusia berpikir akan kerugian dari minuman ini. Sebagian ahli tafsir mengatakan bahwa Allah tidak meninggalkan sedikit dari karamah dan kebajikan, melainkan atas dasar kasih sayang. Di antara karamah dan kebaikan itu adalah bahwa Allah tidak mewajibkan berbagai ketetapan syariat dalam satu waktu tetapi mewajibkannya secara bertahap, sedikit demi sedikit, agar manusia tidak kaget dan bisa menerima. Dengan bahasa yang indah dan halus Allah berfirman: “Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang khamr dan judi…….,” Dalam ayat ini belum ada redaksi yang menyatakan diharamkannya Khamr, melainkan sebagai penjelasan yang Allah berikan tentang kerugian minum alkohol.

Ayat di atas merupakan ayat pertama yang turun tentang masalah khamr. Setelah itu Allah kembali menurunkan ayat dalam surat An-Nisa 43 :

yaayuhaladina Ÿ

 

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam Keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan,…”. Kemudian Allah juga menambahkan dalam surat Al-Maidah ayat 91 yang artinya : “Dengan minuman keras dan judi itu setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kalian dan menghalang-halangi kalian dari mengingat Allah dan melaksanakan shalat, maka tidakkah kalian mau berhenti?” Barulah kemudian Allah menegaskan dalam ayat 90 yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka Jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kalian beruntung,

Di dalam Islam, akal pikiran merupakan sumber taklif atau pembebanan hukum. Seseorang tidak lagi diwajibkan berpuasa jika yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa. Bahkan ia tidak lagi diharuskan untuk salat. Karena khamr merupakan zat yang dapat merusak akal pikiran dan serta merta hal ini mengacaukan sumber taklif, maka Allah mengharamkannya bagi kita. Bahkan para pemikir dan ilmuwan sebelum ayat ini turun telah mengharamkan khamr atas diri mereka sendiri berdasarkan fitrah dan pengetahuan mereka akan efek negatifnya bagi akal. Salah satunya adalah Qais bin ‘Ashim aL-Manqari. Ia dulunya adalah seorang peminum pada masa jahiliah. Suatu kali, dalam keadaan mabuk dan di luar kendali, ia meraba-raba aurat putrinya serta mencaci maki kedua orang tuanya. Bahkan, ketika melihat bulan, dia berbicara sendiri. Ia juga telah memberikan hartanya kepada orang-orang yang suka bermabuk-mabukan. Ketika sadar dari mabuknya, ia segera mengharamkan minuman itu atas dirinya sendiri.

Khamr bisa dikenali dari kandungannya, yaitu cairan yang bercampur alkohol dalam kadar tertentu. Bir misalnya, memiliki kadar yang tidak Lebih dari 3%. Pada minuman-minuman tertentu kadarnya bisa sampai 25%, bahkan ada yang mencapai 50%. Ada Juga beberapa jenis obat yang mengandung alkohol seperti obat batuk cair. Demikian juga beberapa jenis minuman bersoda misalnya cola yang dicampur dengan alkohol.

Dari segi kesehatan, pengaruh khamr terhadap manusia bisa dilihat dari dua hal. Yang pertama berdasarkan kadar dan konsentrasinya dalam darah. Apabila seseorang minum dua gelas bir, maka kadar alkohol dalam darahnya bisa mencapai 5 mg dalam setiap 100 cm3 darah. Jumlah ini merupakan kadar yang cukup untuk memberi pengaruh bagi para peminumnya. Untuk tingkat lanjutan, bir baru akan berpengaruh jika kadar alkohol terus bertambah secara bertahap, setiap konsentrasinya ditambah. Jika konsentrasi sudah sampai pada angka 50mg per 100cm3 darah, maka pelakunya dapat kehilangan konsentrasi dan kontrol emosi. Hal ini bisa menyebabkan seseorang melakukan tindakan diluar akal sehat manusia. Akan tetapi kadar sejumlah itu masih membuat peminumnya bisa mengontrol otot dan tubuh saat berjalan dan tidak terhuyung-huyung. Apabila konsentrasi alkohol sudah melebihi 150 mg per 100cm3 darah, maka pada kondisi ini seseorang akan memiliki perasaan melayang di udara karena mabuk dan sepenuhnya kehilangan kontrol tubuh dan pikirannya.

Pengaruh alkohol yang kedua bisa kita amati melalui respon fungsi saraf. Berdasarkan penelitian, setiap orang akan terpengaruh alkohol dalam tingkat yang berbeda-beda. Oleh karena itu, ada di antara mereka yang guncang, tetapi ada juga yang terdiam dan tidur saat tegukan pertama. Bahaya yang paling besar dari alkohol adalah ketergantungan fungsi saraf pada zat ini secara bertahap. Beberapa tegukan pertama bisa memberi ketenangan setelah kelelahan, atau merasa nikmat dan lupa akan kegelisahan. Seiring dengan frekwensi minum yang bertambah, maka si peminum tidak akan merasa cukup kecuali dengan meneguk dua atau tiga kali lipat agar bisa memperoleh perasaan yang sama dengan yang sebelumnya. Proses inilah yang mengakibatkan kecanduan. Oleh karenanya, ilmu pengetahuan modern menganggap bohong jika ada seseorang yang mengaku bisa tetap bertahan dalam satu takaran tertentu untuk meminum khamr.

Lebih khusus lagi alkohol terbukti mempengaruhi banyak organ penting dalam tubuh seperti otak. Otak manusia terdiri dari beberapa sentral saraf. Fungsi utama tubuh manusia terletak pada sentral tertinggi sedangkan fungsi primitif terletak pada sentral terendah. Sentral otak tertinggi berfungsi menangani kehendak dan kontrol diri. Sementara akal dan pikiran kita justru terletak pada sentral otak yang lebih rendah. Sedangkan sentral yang paling rendah berfungsi sebagai kendali terhadap emosi dan perasaan. Alkohol dibuktikan mempengaruhi sistem kerja otak meliputi fungsi kognitif atau kecerdasan mau pun fungsi somatis (kontrol tubuh). Dalam waktu yang lama, intoksikasi alkohol dapat menurunkan logika berpikir dan secara langsung akan menurunkan tingkat intelegensi manusia.

Pengaruh khamr bisa dirasakan oleh seluruh anggota tubuh, dari yang paling atas sampai yang paling bawah. Alkohol mengawali pengaruhnya terhadap fungsi-fungsi tertinggi di otak baru kemudian ke hampir setiap bagian lain dari tubuh. Oleh karena itu, yang paling awal terpengaruh adalah keinginan dan kendali diri. Tak heran jika para pecandu alkohol memiliki kepribadian yang lemah, pikiran yang kacau dan sulit dipercaya. Mereka lebih mudah mengalami kegagalan dan berbuat kerusakan.

Secara ilmiah alkohol juga bisa menyebabkan bertambahnya detak jantung. Setiap 1% alkohol dalam darah dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung sekitar 10 denyutan per menit dibanding keadaan normal. Alkohol juga terbukti dapat menyebabkan kerusakan otot jantung yang pada gilirannya dapat menyebabkan kelemahan otot jantung dan bermuara pada kondisi yang biasa disebut dengan gagal jantung.

Sel-sel darah merah dan putih juga secara signifikan mengalami kerusakan pada pecandu alkohol. Ketika beberapa tetes alkohol dalam air dengan kadar 1% dimasukkan ke dalam darah, maka sel-sel darah merah akan berubah menjadi kuning. Sementara aktivitas sel-sel darah putih menjadi semakin sedikit. Kondisi ini menunjukkan bahwa alkohol dapat memperkecil penyerapan darah terhadap oksigen, sehingga sel-sel mengalami kekurangan oksigen dan menjadi cepat lemah. Sedangkan sel-sel darah putih yang berfungsi sebagai penangkal infeksi menjadi lemah dan tidak mampu melawan mikroba asing. Akibatnya, para pecandu alkohol sangat mudah terserang penyakit infeksi seperti flu, batuk, diare akut serta infeksi saluran kencing.

Yang lebih menakutkan, alkohol merupakan salah satu faktor yang diyakini sebagai pencetus penyakit pada liver yang dikenal dengan Cirrhosis Hepatis (penyakit kronis pada jaringan hati yang mudah berubah sifat menjadi kanker hati). Penyakit ini banyak tersebar di negara-negara barat dan jarang ditemukan di negara-negara muslim seperti Timur Tengah. Empat diantara 10 pecandu alkohol pada jangka waktu 20 tahun akan mengalami Cirrhosis Hepatis. Akibat penyakit yang satu ini, sel-sel hati dalam jumlah besar akan berubah menjadi serbuk atau serat yang tidak berfungsi.

Tercatat sedikitnya 8 kanker ganas yang bisa diakibatkan pengaruh kronis dari alkohol, termasuk kanker lambung dan usus. Parahnya, kanker-kanker ini tergolong salah satu dari kanker yang paling ganas sepanjang sejarah kedokteran. Memang alkohol memiliki beberapa keuntungan sebagaimana disampaikan pada surat al-Baqarah 219. Diantara keuntungan ini adalah untuk menghangatkan tubuh dan pada kadar yang sangat ringan bisa menurunkan resiko serangan jantung. Alkohol juga merupakan pelarut obat sirup yang baik. Akan tetapi manfaat yang bisa diberikan oleh alkohol jauh lebih sedikit dari kerugian yang bisa didapat. Oleh karena itulah, Allah melarang konsumsi alkohol.

Saya kemudian teringat 3 atau 4 tahun yang lalu. Saat itu saya sedang bertugas menjaga ruangan akut yang menangani pasien-pasien paska operasi bedah saraf. Saya mendapati sebuah pelajaran yang tidak pernah bisa terlupakan. Saya sedang mengamati dua pasien yang bersebelahan dengan kasus yang sama, yaitu cedera kepala berat paska operasi. Kedua pasien itu sedang dalam kesadaran menurun. Salah satu di antaranya terus berteriak mengeluarkan kata-kata kotor, meronta-ronta sehingga kedua tangan dan kakinya harus saya ikat. Sementara satu pasien lainnya juga berteriak, tetapi ia meneriakkan suara adzan. Saya penasaran dan menanyakan perihal itu kepada keluarganya. Alangkah gembiranya saya mendengar dari keluarga ini bahwa pasien tadi adalah seorang muadzin di sebuah langgar di Madura. Saya kemudian membaca catatan medis pasien yang selalu meneriakkan kata-kata kotor dan saya pun tidak merasa heran ketika tercatat bahwa pada saat terjadi kecelakaan ia sedang dalam keadaan mabuk. Subhanallah! Alkohol benar-benar telah menjadi mimpi buruk bagi generasi bangsa. Mudah-mudahan kita masih bisa menggunakan akal sehat dan menahan diri serta tetap berpegang teguh pada pesan-pesan luhur Al-Qur’an…..(*) Anies Shahab

Bagikan